Ketika moralitas menjadi sumber kekuatan akan superioritas, maka ia akan dapat melahirkan ketidaktahuan diri atas kelemahan dan kebodohannya sendiri, ibaratkan anak-anak, remaja, bahkan wanita yang suka bertindak seenaknya yang seringkali bersikap bersewenang-wenang dengan berlindung dibalik moralitas, atau bahkan yang mengira dirinya mereka lebih kuat yang menjadikannya orang yang tidak tahu diri yang hidup dari mentalitas komunal yang mengira diri mereka orbit dari kebenaran dan keadilan itu sendiri ibaratkan ego feminis bahkan mentalitas NPD yang mengira lebih hebat dari apapun dengan betapa mudahnya mereka menganggap remeh dengan tidak menyadari betapa kecilnya mereka jika mereka seorang diri, ibaratkan manusia sampah bermutu rendah yang disebut pecundang yang mengira dirinya raksasa yang hidup sebagai mentalitas komunal sehingga moralitas adalah bentuk ketidaktahuan diri orang-orang yang lemah yang tidak tahu diri sebagaimana mentalitas korban dengan menuntut keadilan sebagai bentuk dari kebodohan mereka yang seringkali bersikap victim mentality sebagaimana orang lemah yang menuntut keadilan atas ketidakberdayaannya sehingga keadilan hanya berlaku untuk orang lemah yang tidak tahu diri yang berlindung dibalik moralitas hingga membentuk mentalitas komunal.
Kebodohan akan menentukan seberapa beradab dirinya sebagaimana semangkin bodoh seseorang maka semangkin tidak tahu dirilah dirinya sebagaimana mentalitas komunal itu terbentuk atas ketidaktahuan diri atas delusi superioritas.
Hiburan Kita
Ketika kelemahan disebut dapat menjadi sebuah kekuatan, maka disitulah peran moralitas berada di titik delusi pada kehidupan manusia itu sendiri yang disebut superioritas ego yang dimana orang-orang seringkali berlindung dibalik moralitas pada akhirnya moralitas tersebut menjadi sebuah benteng yang membentuk ketidaktahuan diri manusia itu sendiri. Misalkan seorang perempuan hanya sibuk menyalahkan laki-laki tetapi ia tidak dapat disalahkan seolah itu adalah kodratnya untuk dapat selalu menyalahkan laki-laki sekehedak hati ibaratkan ego feminis mereka secara mentang-mentang adalah perempuan yang harus dimaklumi sebagaimana kelemahan adalah kekuatan itu sendiri. Dan yang ke-2 banyak dari orang tua seringkali menyangkal agar ia tidak dapat disalahkan sebagai pembelaan diri agar dirinya dapat dimaklumi bahwa ia sudah tua agar dirinya dapat dimaklumi sebagaimana usia dan kodrat adalah benteng dari moralitas untuk tidak dapat disalahkan sebagaimana moralitas melahirkan orang-orang yang tidak sadar diri merasa bahwa dirinya kuat sebagaimana delusi melahirkan superioritas ego sebagaimana ketidaktahuan diri melahirkan kekuatan, karena semangkin bodoh seseorang maka semangkin kuatlah dirinya sebagaimana peran moralitas itu sendiri tidak lebih adalah alat untuk mendominasi ketika kelemahan menjadi sebuah kekuatan untuk menundukkan yang terkuat sebagaimana itu dapat menjadi sebuah kebenaran itu sendiri.
“mentalitas komunal terkadang adalah jelmaan atas ketidaktahuan diri manusia itu sendiri atas rasa takut terhadap betapa kecilnya mereka atas ketidakberdayaan manusia itu sendiri pada ahirnya melahirkan kedengkian.”
mereka membencimu karena tidak memiliki pilihan sebagaiaman kehendak bebas mansia itu sendiri untuk dapat selalu bahagia terutama untuk dapat memperlakukan dirimu semauannya mereka sebagaimana kehendak bebas itu sendiri ketika ketidakberdayan melahirkan kekuatan yang disebut kebencian sebagaimana ketiaktahuan diri manusia itu sendiri ibaratkan metalitas feminis bahkan komunal.
hidup ini adalah seni dalam bersikap sombong sebagaimana ketidaktahuan diri membentuk mentalitas komunal atas rasa takut (fear factor) terhadap ketidakberdaayan yang melahirkan moralitas sebagai instrumen politik yang kemudian dapat mejelma menjadi organisasi politik berkedok keagamaan yang sekaligus dapat menjelma menjadi partai politik terselubung.
Percaya atau tidak manusia itu sendiri akan dapat saling menghancurkan mengatasnamakan moralitas, sebab manusia itu pada dasarnya makhluk yang munafik yang sering kali hidup dari standar ganda yang bergantung pada keadaan mereka sendiri atau bagaimana nasip mereka dan seperti apa mereka ditakdirkan yang membuat manusia itu sendiri hidup di dalam keambiguan sebagaimana moralitas itu sendiri sebagai bentuk kemunafikan manusia yang lahir atas keputusasaan dan kekecewaannya yang tidak memiliki kesempatan yang sama dari orang-orang yang ia beri cap lebih buruk dibandingkan diri mereka, bahkan mereka bisa saja lebih buruk jika mereka diberikan kesempatan yang sama untuk dapat melakukannya apa yang mereka benci itu,, Ibaratkan pembenci koruptor tetapi ia sendiri melakukan korupsi kecil karena jika mereka tidak memiliki kesempatan yang sama, oleh sebab itu tidak ada kata-kata kesalahan pahaman selain itu adalah bentuk dari kebencian dari orang-orang munafik yang lahir dari moralitas itu sendiri “humanity is your enemy”. Oleh karena itu, jika dirimu dapat menyadari ini mungkin lebih memilih untuk membela penguasa yang memiliki otoritas atau bahkan kejahatan itu sendiri karena manusia pada dasarnya begitu munafik sebagaimana orang kelas menengah kebawah adalah cerminan dari kemunafikan, itulah mengapa dirimu tidak perlu takut kepada penguasa karena kita sudah tau siapa mereka tetapi takutlah kepada orang biasa atau rakyat kelas menengah kebawah itu sendiri karena mereka begitu munafik cerminan dari pejabat itu sendiri. “Jangan takut kepada orang jahat tetapi takut kepada orang munafik.”
Tidak ada manusia yang lebih jahat atau lebih berbahaya selain orang munafik itu sendiri sebagaimana ia hidup dengan berlindung dibalik moralitas sebagaimana ia dapat berkuasa menggunakan moralitas sebagai kehendak bebas manusia itu sendiri (instrumen politik) untuk dapat selalu menang agar dapat menghancurkan dirimu dengan mudahnya berlandaskan moralitas itu sendiri sebagaimana kehendak bebas untuk dapat selalu bahagia.
Hiburan Kita
Sekuat apapun dirimu akan tetap kalah mati terbunuh oleh kemunafikan manusia itu sendiri karena tidak ada kejahatan yang lebih buruk selain kemunafikan itu sendiri, dan jika dirimu dianggap caper atau emosional maka anggaplah artikel ini sebagai candaan atau hiburan, sebab manusia tidak akan pernah mengerti pemahaman yang lebih gelap secara metafisik karena mereka terlalu dangkal untuk dapat memahaminya dengan kemungkinan banyaknya tafsir.
Dan terkadang moralitas adalah tempatnya orang-orang bodoh yang suka asal bicara, banyak dari mereka begitu naif, sebagaimana cahaya adalah cara untuk menghibur akal picik mereka sendiri yang mereka anggap penyejuk hati, bahkan dari mereka begitu lugu dan polos sebagai bentuk dari keegoisan itu sendiri sebagaimana mereka sering memutar musik sholawat dengan menghibur kebodohan mereka sendiri sehingga lahirlah kenaifan orang-orang bodoh yang tidak dapat hidup selain hanya dapat hidup dari mentalitas komunal.
Moralitas tidak lebih hanya sekedar alat penundukan ketika dirimu tidak dapat memberikan kebaikan yang mereka harapkan agar dirimu dapat berbuat baik kepada mereka karena mereka akan menyebutmu orang jahat ketika dirimu tidak mau melayani ego sebagaimana kebutuhan mereka.
Akhir Kata.
“ketika cahaya dapat menghancurkan sumber kekuatan yang disebut kegelapan, maka itu tidak lebih bentuk dari kejahatan itu sendiri. Yang dimana dirimu sedang berjuang mempertahankan inti dari sumber ilmu pengetahuan yang dapat kamu ciptakan. karena kegelapan adalah sumber dari lahirnya ilmu pengetahuan itu sendiri, dan sedangkan cahaya adalah bentuk dari keegoisan dan kenaifan manusia yang menjadi sumber dari evil atau kegelapan sejati yang begitu buta.
Oleh sebab itu tanpa kegelapan dirimu akan terasa berat dalam berpikir dengan menuangkannya ke dalam tulisan dalam aktivitas menulis, pada akhirnya menjadi pemalas, sehingga ketika cahaya dapat menghancurkan sumber kekuatan yang disebut kegelapan maka itu tidak lebih bentuk dari kejahatan itu sendiri. yang dimana dirimu sedang berjuang mempertahankan inti dari sumber ilmu pengetahuan yang dapat kamu ciptakan.
Karena kegelapan adalah sumber dari lahirnya ilmu pengetahuan itu sendiri dan sedangkan cahaya bentuk keegoisan dan kenaifan manusia yang menjadi sumber dari kegelapan sejati yang begitu buta. Oleh sebab itu tanpa kegelapan dirimu akan terasa berat dalam menulis sehingga ide dan gagasan tersebut menguap begitu saja karena memang cahaya yang akan membuatmu tidak tahu apa-apa karena cahaya adalah bentuk dari kebodohan itu sendiri dengan sering-sering mendengar sholawat.