ketika moralitas menjadi bahasa kekuasaan maka disaat itulah manusia sibuk mengurus kehidupan orang lain sebagaimana moralitas itu sendiri membuat manusia tersebut merasa memiliki kuasa atas kehendak ilahi untuk dapat mendominasi kehidupan manusia lainnya sehingga lahirlah suatu kebecian yang dimana manusia itu akan saling menjatuhkan dengan mengatasnamakan kesusilaan yang berasal dari kedengkian hati manusia itu sendiri untuk dapat mendominasi sebagaiaman ia memiliki kehendak untuk berkuasa atas nama moralitas jika ia tidak dapat mengatur hidup mu terutama untuk masuk ke dalam hidupmu untuk dapat memanfaatkan apa berharga dari dirimu untuk memperoleh apa yang mereka ingin darimu sebagaimana sebaik-baiknya manusia ialah manusia yang bermanfaat.
Terkadang kebodohan kita sebagai manusia itu sendiri merasa takut untuk dianggap sebagai orang jahat dan merasa takut untuk dibenci karena lebih baik dibenci dari pada ditakuti sebab tidak ada yang senang melihatmu berhasil, oleh sebab itu hiduplah sesukamu karena itu akan menentukan seberapa hancurnya mereka yang lahir dari ketidaksukaan mereka melihatmu yang dapat hidup lebih dari mereka sebagaimana manusia itu sendiri penuh dengan kehendak bebas sebagai hasrat untuk dapat lebih dari apapun karena sifat manusia itu sendiri suka membandingkan hingga lahirnya manusia penjilat kehormatan sebagaimana manusia itu penuh dengan kedengkian hati untuk tidak dapat melihat orang lain lebih dari apapun dari merela sebagaimana ia tidak senang melihat orang lain lebih berhasil atau hidup lebih bahagia dibandingkan diri mereka dengan cara menggunakan moralitas sebagai instrumen politik sebagimana ia dapat berkuasa menggunakan moralitas.
ketika moralitas menjadi bahasa kekuasaan maka banyak orang yang akan menuduhmu adalah orang jahat agar mereka merasa besar dengan merasa lebih baik bahkan lebih suci sebagaimana moralitas tidak lebih sekedar instrumen politik untuk dapat mendominasi yang pada akhirnya manusia itu hidup untuk saling menjatuhkan mengatasnamakan kepentingan yang lahir dari kedengkian hati dan pencitraan diri.
Hiburan Kita
Ketika moralitas sebagai komoditas maka akan banyak orang hidup untuk berlomba-lomba menjadi pengejar pencitraan yang dimana banyak dari mereka ingin hidup secara etis yang pada akhirnya menjadi superioritas moral yang menentukan siapa yang benar-benar layak menjadi manusia sesungguhnya sehingga terbentuklah polisi moral yang sibuk mengawasi hidup orang lain dengan mengamati siapa saja yang dapat pantas dianggap manusia sebagaimana moralitas dapat menjadi sebuah komoditas selayaknya moralitas dapat menjadi lahan basah yang terbentuk dari pencitraan sehingga lahirlah bisnis disebut personal branding sehingga terbentuklah arena politik mengatasnamakan moralitas.
Sebagian paragraf disembunyikan..!!!