Terkadang banyak orang sebelum memperlakukan dirimu mereka hanya melihat seberapa bermateri, kaya atau berduit dirimu akan menentukan sikap yang seharusnya tidak pernah terjadi atau tidak akan ada untuk dirimu, karena mereka memang pada dasarnya terlalu munafik untuk menjadi benar-benar baik secara tulus memperlakukanmu dengan hormat selain cara mereka ingin memperlakukan dirimu dengan perlakuan buruk karena dalam bawah sadar mereka hanya dapat dikontrol dan dikuasai oleh rasa takut (fear factor) yang mendominasi jiwa mereka dengan cara menghargaimu dengan baik sebagai bentuk cara mereka menghormatimu. Ibaratkan rasa segan mereka terhadap seseorang yang berseragam loreng.
Sehingga mereka kan menentukan bagaimana mereka akan seharusnya bersikap baik kepadamu sebagai bentuk keikutsertaan mereka membentuk sebuah harmoni ilusi yang didasari oleh kemunafikan mereka dalam memperlakukan dirimu hingga mempertahankan keharmonisan. Itulah sebabnya mengapa banyak manusia itu suka mondar-mandir melihat rumahmu dan ingin menilai seberapa kaya dirimu dengan selalu usil melihat kehidupanmu dengan melihat sebarapa kaya dirimu seperti orang perpajakan yang suka julid dengan kehidupan orang lain yang akan menentukan pelayanan mereka terhadapmu.
Ya begitulah manusia-manusia masa kini yang hanya menghargai dirimu sebagai manusia yang bermartabat itu hanya didasari oleh materi yang akan menentukan seberapa terhormat dirimu dan segannya mereka kepadamu. Itu lah sebabnya lebih baik dibenci dari pada ditakuti karena manusia itu pada dasarnya akan menjadi terlalu munafik dalam menghargai dan menghormati dirimu apa adanya selain merasakan rasa takut itu terhadap diri mereka kepada dirimu yang justru akan menimbulkan kebencian itu sendiri di dalam diri mereka terhadapmu.
Di dunia yang serba tidak pasti ini, saat kita jatuh, bukan teman atau saudara yang jadi penentu. Ternyata, seberapa banyak uang yang kita miliki yang menentukan nasib dan bagaimana orang lain memperlakukan kita.
Hiburan Kita
Jangan beri ampun bagi mereka yang telah memaksamu menunjukkan sisi yang seharusnya tidak perlu kau perlihatkan. Mereka terlalu munafik untuk menghargaimu dengan tulus. Sikap mereka berubah hanya karena rasa takut, bukan karena rasa hormat. Sejatinya, mereka hanya memandangmu sebelah mata saat kau terlihat tidak berharta, karena kesombongan mereka didasari oleh seberapa lemah dirimu di mata mereka.
Di dalam kehidupan yang absurd ini, keselamatanmu saat sedang mengalami kesulitan hidup bukan ditentukan oleh seberapa banyak teman dan saudaramu, melainkan oleh seberapa banyak uangmu. Hal itulah yang menentukan nasib serta kesediaan orang lain untuk menolongmu.
Ada kalanya kita perlu sedikit ‘sombong’ agar tidak diremehkan. Dengan menunjukkan pencapaian secara nyata, kita akan mengetahui siapa yang benar-benar menghormati dan siapa yang membenci karena iri. Sebab, di dunia ini banyak penjilat yang hanya menghargai mereka yang terlihat dominan.
Hiburan Kita
Dan jangan lah engkau untuk pernah mencoba mengasihani orang bodoh, karena mereka memang terlalu bodoh untuk menghormati dirimu apa adanya dengan ketulusan hati mereka. Oleh sebab itulah makanya lebih penting ilmu dari pada adab sehingga adab itu akan dapat dibentuk dengan ilmu. Mereka itu adalah makhluk yang begitu munafik sehingga ketika mereka merasa tidak aman, mereka akan berubah menjadi baik kepadamu (fear effect), tetapi jika mereka merasa aman, mereka akan berlaku sombong kepadamu, karena memang orang bodoh itu pada dasarnya terlalu sombong untuk benar-benar menghormati orang dengan ketulusan, mereka akan membencimu jika dirimu mereka anggap terlalu lemah untuk benar-benar mereka hormati, dengan cara mereka mengkhinatimu, karena mereka terlalu bodoh (IQ rendah) untuk benar-benar beradab dengan tulus menghormati dirimu apa adanya selain cara mereka hanya dapat merasakan rasa takut untuk benar-benar terlihat baik terhadap seseorang. Dengan begitu jika kamu telah menjadi lebih kuat dibandingkan diri mereka, maka dirimu hanya perlu menindas mereka karena hanyalah makhluk penjilat yang tidak diri yang tidak perlu dikasihani karena memang terlalu bodoh untuk menjadi makhluk yang tahu diuntung. Bayarlah secara kontan perlakuan tidak hormat mereka terhadap dirimu atas bentuk peran kemunafikan mereka terhadap takdirmu. Maka dari itulah, hiduplah dengan kesombonganmu dengan sombonglah kepada orang yang tepat.
Keberadaan orang-orang tertentu sering kali memicu kebencian dan membentuk sisi buruk dalam dirimu. Sayangnya, mereka terlalu egois untuk menyadari bahwa perilaku merekalah yang mengubahmu. Sebaliknya, mereka justru merasa menjadi korban, padahal mereka hanya berani bertindak demikian ketika melihatmu lemah.
Hiburan kita – Stand Up Be Strong
Terkadang, orang lain membentukmu menjadi ‘dingin dan Pasif-agresif’ melalui kebodohan mereka sendiri. Mereka terlalu egois untuk paham bahwa perubahanmu adalah reaksi atas sikap mereka. Ironisnya, mereka justru merasa terintimidasi, padahal merekalah yang menyerangmu saat kamu tidak berdaya. Oleh sebab itu, kehadiran orang-orang bodoh dalam hidupmu justru menggiringmu pada kebencian. Merekalah yang membentukmu menjadi sosok villain, tanpa pernah menyadari alasan di balik perubahanmu. Karena ego dan kebodohan, mereka berlagak sebagai korban yang terintimidasi, padahal merekalah yang menindasmu saat kamu terlihat lemah.
Jika dirimu dianggap kuat, mereka akan merasa terdzholimi. Dan ketika dirimu dianggap lemah, mereka akan merasa kuat dengan sombongnya mereka dengan hanya dapat memandang remeh bahkan memandang sepele dengan hinanya dirimu. Oleh sebab itu persetan dengan orang bodoh yang tidak tahu diri itu karena mereka sombong karena tergantung seberapa besar kebodohan mereka karena rasa hormat mereka tergantung seberapa besar rasa takut mereka (fear effect) mereka kepada dirimu yang membuat mereka menjadi orang baik kepada dirimu sebagai bentuk kemunafikan mereka dijalan takdirmu oleh mereka sebagai penjilat. Karena orang bodoh mana yang akan berpikir siapa yang merasa pantas untuk mereka hormati yang didasari oleh rasa takut sebagai bentuk mentalitas penjilat mereka kepada dirimu karena moralitas yang dibentuk oleh rasa ketakutan mereka hanya takut tersaingi oleh seberapa lemahnya dirimu karena menganggap kamu pantas untuk mereka benci karena dianggap terlalu lemah untuk mereka hormati, mereka merasa akan merasa tersaingi jika dirimu dianggap lemah bagi mereka (fear factor) karena orang bodoh hanya ingin berusaha merenggut kehormatanmu karena dirimu membuat mereka merasa silau yang tidak mereka miliki darimu.
Semakin banyak orang menginginkanmu, semakin ramai pula niat untuk menjatuhkanmu. Engkau adalah berlian di tengah kerumunan serakah. Dan ketika mereka sadar bahwa tangan mereka terlalu kotor untuk menggenggam cahaya itu, mereka bersekongkol untuk meremukkannya, bukan karena benci pada berlian, tetapi karena tak sanggup melihatnya dimiliki orang lain.
Oleh sebab itu jadilah terlihat sebagai orang kecil dan miskin sehingga dirimu dianggap tidak berharga untuk dijatuhkan oleh mereka, karena semangkin besar dirimu maka bangkitlah niat dengan termotivasinya mereka mencelakaimu dengan semangkin mudahnya dirimu untuk mereka dijatuhkan. karena rasa takut mereka akan membuat mereka akan membencimu dan sebarapa kuat dirimu bagi mereka akan menentukan seberapa pantas dirimu untuk mereka kagumi karena penjilat hanya menginginkan rasa takut untuk menghormati orang lain dengan cara membencimu karena tidak dapat membuat mereka merasa takut kepada dirimu.
Orang bodoh itu akan menganggap kehormatanmu tergantung sebarapa besar rasa takut mereka kepada dirimu, sehingga rasa takut mereka akan menentukan sebarapa besar kemunafikan mereka terhadap dirimu sebab dirimu telah membuat mereka iri dengki terhadap cahaya yang mereka rasakan darimu yang tidak mereka miliki sehingga dirimu hanya dapat membiarkan mereka untuk hidup dengan menjilatimu hingga akhirnya mereka akan secara terang-terangan mengkhianatimu jika dirimu mengetahui siapa mereka.
Hiburan Kita
Ketika banyak orang menginginkanmu, pada saat yang sama akan lahir banyak tangan yang siap mencelakakanmu. Engkau seperti berlian yang diperebutkan, dan ketika sebagian dari mereka menyadari bahwa mereka takkan pernah memilikinya, mereka memilih menghancurkannya, agar tak seorang pun berhak mendapatkannya. Oleh sebab itu jika dirimu tidak sombong maka dirimu akan selalu diremehkan oleh mereka, oleh sebab itu janganlah dirimu memperlihatkan apa yang tidak perlu kamu perlihatkan kepada mereka, karena mereka pada dasarnya terlalu munafik menghormati dirimu apa adanya, selain cara mereka untuk menghargaimu dengan pantasnya dirimu untuk mereka jilat karena penjilat itu hidup membutuhkan seseorang untuk mereka jilat untuk menghormatinya agar mereka dapat hidup sehingga pada saat tiba dirimu dikhianati jika dirimu tidak lagi semanis apa mereka jilat dari dirimu. Karena mereka melihatmu bukan sebaik apa dirimu, melainkan seberapa bermanfaatnya dirimu untuk mereka jilat, mereka tidak peduli sebaik apa dirimu jika dirimu tidak mendatangkan keuntungan bagi mereka. “moralitas penjilat“
Jadilah kuat sehingga mereka akan menuntutmu untuk menjadi orang baik, karena jika dirimu lemah mereka akan merasa pantas menginjak kehormatanmu karena dirimu dianggap tidak sekuat mereka karena mereka pada dasarnya terlalu sombong menghormati dirimu apa adanya selain menganggap mu lemah sebagai alasan mereka membencimu.
Hiburan Kita
Jauhi dan hindari bergaul dengan mereka, karena semangkin dekat dirimu dengan mereka maka semangkin dianggap sepele dirimu oleh mereka, sebab itu adalah kebodohanmu untuk mencoba mendekat dan bergaul dengan mereka, bukan nya rasis tetapi persetan dengan orang bodoh yang tidak tahu diri, karena tampangmu akan menentukan bagaimana mereka akan memperlakukanmu, karena mereka dengan dirimu hanya membutuhkan rasa takut untuk benar-benar menghargai kebaikanmu. Oleh sebab itu lebih baik dibenci dari pada ditakuti, karena mereka memang pada dasarnya ular berbisa bermuka dua yang sungguh munafik untuk berhati tulus untuk benar-benar menghormatimu apa adanya selain hanya untuk merasakan rasa takut karena mereka menganggap terlalu lemah untuk mereka hormati “fear effect”.
Memanusiakan orang bodoh itu artinya dirimu membiarkan mereka untuk ngelunjak dan semena-mena kepada dirimu, karena orang bodoh, jika sekali ia sudah dapat rasa darimu (lah dapek raso) maka ia akan menjadi orang yang tidak tahu diuntung, sebagaimana kebodohan mereka yang membuat mereka menjadi orang yang tidak tahu diri.
Orang bodoh itu berkata; kehormatan mu tergantung seberapa menakutkannya dirimu (bagi diri mereka), bukan sebaik apa dirimu, karena orang bodoh tidak peduli sebarapa baik dirimu, melainkan seberapa bermanfaat dirimu atau seberapa mampu dirimu membuat mereka merasa takut sebagaimana mereka hidup hanya untuk menjilat untuk menyeganimu.
Hiburan Kita – The Unforgiven – the dark psychology of Stupid people
Jika dirimu tidak sombong maka dirimu pantas mereka remehkan, karena mereka hanya menghormatimu tergantung seberapa kuatnya dirimu bagi mereka, karena orang bodoh seperti mereka membutuhkan rasa takut untuk dapat tunduk dengan kebaikanmu. Karena mereka adalah seorang penjilat kehormatan, bukan sebaik apa dirimu melainkan seberapa menakutkannya dirimu.
Saat mereka berdusta, jadikanlah itu sebagai hiburan. Kebohongan tak akan lagi melukaimu jika kau mampu menikmati sandiwara yang mereka mainkan.
Hiburan Kita
The Unforgiven – the dark psychology of Stupid people: Orang-orang bodoh itu hidup hanya butuh pengakuan bahwa diri mereka jauh lebih hebat dibandingkan dirimu dengan cara mereka mengobok-obok kehormatanmu sebagaimana diri mereka mulai kehilangan respect kepadamu “menang tidak terpuji, kalah dicaci maki“, Oleh sebab itu jauhi mereka jika dirimu tidak ingin dirimu kehilangan kehormatan sebagaimana kebodohan mereka untuk memperlakukan dirimu semaunya mereka dengan menganggap dirimu tidak pantas mereka hormati karena alasan mereka itu mengetahui bahwa dirimu tidaklah sehebat mereka dengan hanya memandang remeh atau sepele dirimu sebagaimana mereka hanya butuh pengakuan bahwa diri mereka jauh hebat dan lebih pantas dihormati dibanding dirimu, karena dirimu dianggap pantas dihormati tergantung sebarapa kuat dirimu untuk membuat mereka merasa takut kepada dirimu.
Terkadang hidup menuntut kita untuk menunjukkan kelebihan agar lebih dihargai dengan menyombongkannya. Memperlihatkan apa yang kita miliki secara nyata bisa menjadi cara untuk mendapatkan penghormatan, meski di saat yang sama akan memicu kebencian. Hal ini sering kali diperlukan karena banyak orang yang meremehkan kita sebenarnya hanyalah para penjilat kehormatan “honorary sycophant”.
Sebagian Paragraf telah disembunyikan!