Memahami seperti apa orang bodoh itu yang sebenarnya? Memang Orang bodoh sebenarnya adalah seseorang yang tidak menyadari ketidaktahuannya, sering kali merasa paling benar, close-minded, menyalahkan orang lain, mengulang kesalahan, dan mengabaikan perspektif orang lain meski punya kemampuan untuk memahami. Ciri-cirinya termasuk tidak mau belajar, egois, kurang introspeksi, dan sulit menerima masukan, sering kali ditutupi dengan sikap sombong atau sok tahu agar terlihat pintar.
Dalam hidup ini orang yang tidak tahu diri itu sebanarnya adalah orang jahat. mengapa? karena mereka itu bodoh, karena kebodohannya itulah yang membuat mereka begitu naif dan bodoh, yang menyebabkan diri tidak menyadari bahwa diri mereka itu sebenarnya jahat, dengan demikian orang jahat seperti mereka pada akhirnya akan menuduh orang lain jahat karena telah dianggap telah melampaui jahat dan buruknya diri mereka dengan solah mereka sedang memamiki cerminan diri mereka sendiri karena orang bodoh memang tidak menyadari kebodohan mereka sendiri dengan menganggap diri mereka itu adalah orang baik (victim mentality) karena kurangnya akal mereka, entah mereka itu seorang NPD yang suka playing victim dengan selalu menyalahkan keadaan bahwa diri mereka selalu diposisi korban dengan menyalahkan orang lain.
Dalam hidup ini orang bodoh memang pada dasarnya tidak pernah menyadari kebodohan mereka sendiri, oleh sebab itulah mengapa orang bodoh itu tampak menyombongkan kebodohan mereka sendiri sambil membusungkan dada dengan kepala mereka yang meninggi seperti orang pongah karena memang mereka hidup hanya menyombongkan kebodohan mereka berupa kuasa yang tidak tahu diri dengan hidup berdasarkan ilusi kebahagiaan yang mereka ciptakan dari kebodohan mereka.
Oleh sebab itu hindari berkonfrontasi dengan orang bodoh jika memang dirimu tidak ingin terkena getahnya karena dalam hidup ini terdapat istilah yang waras mengalah, karena memang orang bodoh itu akan menyerangmu karena mereka tidak sadar kebodohan mereka sendiri dengan tampak agresif dan membabi buta, ucapan mereka yang keluar penuh dengan racun karena kewarasan mereka diluar dari kesadaran mereka dengan jelas mereka tidak akan menyadari awal dari ucapan mu yang mematikan itu dapat terjadi dari penyerangan mereka terhadapmu yang mereka jadikan sebagai alasan mereka menyerangmu dengan tidak menyadari ucapan mu yang barusan yang kamu ucapkan itu diakibatkan oleh ucapan mereka sendiri yang melalui pertikaian terhadapmu, dengan begitu, memang berurusan dengan orang bodoh itu sama saja akan menghancurkan dirimu sendiri, ibaratkan seolah pria yang berselisih dengan wanita, karena yang waras itu selalu mengalah, hal ini justru tidak menguntungkanmu karena memang melayani orang bodoh itu akan berujung fitnah karena orang bodoh memang pandai memutar balikan fakta karena memang orang bodoh selalu di posisi lupa ingatan dengan tidak mengingat kejadian yang terjadi sebelumnya selain hanya dapat mengingat ucapan yang terdengar jahat itu sebagai bentuk pertahanan dirimu itu mereka jadikan sebagai alasan yang membuat mereka menyerangmu menjadikan rasa sakit hati dari ucapanmu itu yang telah membuat orang bodoh itu terperosok. Dan ternyata tidak semua orang bodoh cuek dan masa bodoh dengan kebal dari ucapan kasar karena memang orang bodoh itu IQ mereka lemah dengan menyadarinya atau tidak memahaminya apa barusan yang terucapkan karena memenang mereka bodoh. Melainkan orang bodoh yang emosional sebagai awal lahirnya kejahatan dengan kebodohan mereka yang membuat mereka mudah tersinggung, karena kejahatan mereka itu diangkibatkan oleh kebodohan mereka sendiri.
Memang benar bahwa menghadapi orang yang bodoh sekaligus naif jauh lebih berbahaya dari pada menghadapi orang jahat. Ketidaktahuan mereka sering kali memunculkan rasa kuasa yang semu.
Ternyata berhadapan dengan kebodohan yang berbalut kenaifan jauh lebih mematikan dari pada menghadapi kejahatan murni. Dalam ketidaktahuannya, mereka justru merasa paling berkuasa. Ya, itukah begitu absurd nya orang-orang bodoh itu. Dan Kita perlu membedakan antara mereka yang murni tidak tahu dengan mereka yang bodoh sekaligus emosional. Kelompok kedua jauh lebih berbahaya karena kemarahan mereka berakar pada ketidakpahaman. Karena mereka gagal mencerna kebenaran, mereka merasa diserang oleh ucapan yang sebenarnya biasa saja. Pada akhirnya kejahatan yang mereka lakukan hanyalah kompensasi dari ketidakmampuan mereka untuk berpikir jernih.
Tidak semua orang bodoh itu cuek. Ada yang tidak sadar saat dihina karena keterbatasan berpikirnya, tetapi ada juga yang sangat emosional. Orang bodoh yang emosional inilah yang berbahaya karena mereka mudah tersinggung, dan rasa tersinggung itu memicu kejahatan yang bersumber dari kebodohan mereka.
Kejahatan bukan hanya lahir dari niat buruk, tetapi juga dari perpaduan antara kebodohan dan reaktivitas emosional. Ketidakmampuan seseorang untuk memahami maksud orang lain sering kali berubah menjadi kecurigaan. Dalam kondisi ini, kebodohan tidak lagi bersifat pasif, melainkan menjadi agresif dan destruktif karena dipicu oleh rasa sakit hati yang tidak beralasan.
Kejahatan sering kali lahir bukan dari niat jahat semata, melainkan dari kebodohan yang disertai emosi. Saat seseorang bodoh sekaligus mudah tersinggung, kebodohannya itu akan memicu tindakan buruk yang merugikan orang lain.
Sering kali, bahaya terbesar bukan datang dari mereka yang sekadar kurang cerdas, melainkan dari mereka yang memiliki keterbatasan kognitif sekaligus ketidakstabilan emosi. Saat seseorang tidak mampu memproses informasi secara logis, mereka cenderung menggunakan perasaan secara berlebihan. Akibatnya ego yang rapuh membuatnya mudah tersinggung, dan rasa tersinggung itulah yang kemudian memicu tindakan jahat sebagai bentuk pertahanan diri yang keliru. Dengan begitu tidak semua orang bodoh bersikap acuh atau kebal terhadap ucapan kasar. Sebagian mungkin tidak paham karena keterbatasan intelektual, namun yang lebih berbahaya adalah orang bodoh yang emosional. Sifat mudah tersinggung inilah yang menjadi akar kejahatan, di mana tindakan buruk mereka sebenarnya dipicu oleh kebodohan mereka sendiri.
Ternyata berhadapan dengan kebodohan yang berbalut kenaifan jauh lebih mematikan dari pada menghadapi kejahatan murni. Dalam ketidaktahuannya, mereka justru merasa paling berkuasa.
Orang bodoh dan naif itu adalah orang nekat karena mereka begitu emosional yang membuat diri mereka jauh lebih berbahaya dibandingkan orang jahat itu sendiri, karena Orang bodoh yang naif jauh lebih berbahaya dibanding orang jahat. Karena tidak tahu apa-apa, mereka sering kali merasa memiliki kuasa yang tidak semestinya.