Arsip konten terlarang Deep Web!
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang lain yang melihat dirimu akan berpikir mereka kuat atau merasa lebih hebat darimu tergantung seberapa lemah dirimu bagi mereka, karena dalam hidup ini tidak ada orang yang akan merasa senang melihat dirimu lebih hebat atau lebih kuat dibandingkan diri mereka sendiri, selain merasakan rasa takut yang disertai rasa dengki hati menyertai diri mereka jika mereka tahu bahwa dirimu telah melampaui diri mereka soal betapa sombongnya diri mereka terhadap dirimu jika dirimu dianggap lemah.
Jika kamu menyadari bahwa hidup bersosial dalam lingkungan masyarakat itu adalah tentang meremehkan atau diremehkan, sebab harmoni itu adalah ilusi atau tipu daya manusia dalam menjaga keharmonisan yang dimana mereka akan merasa jauh hebat darimu tergantung tampak begitu lemahnya dirimu dengan memamerkan materi yang ia memiliki.
Manusia itu pada dasarnya hanya dapat membenci seseorang dan berkata dirimu itu orang jahat jika dirinya telah lebih hebat dibandingkan diri mereka, karena menusia pada dasarnya akan merasa terzholimi jika ia berhadapan dengan orang lebih kuat atau hebat dibandingkan diri mereka, dengan tidak menyadari bahwa dirinya nyalah sebagai awal lahirnya kebencian itu dengan suka meremehkan orang lain jika dirinya lebih hebat dibandingkan orang lain karena sifat dasarnya manusia ingin selalu dominan dengan membenci orang orang lain jika telah memampaui kesombongan mereka.
Hiduplah membumi ketika dirimu tak diketahui, dan hiduplah mengawang di saat dirimu diketahui. Sebab, apa yang mereka ketahui tentang dirimu akan menentukan bagaimana kamu akan diperlakukan, karena sejatinya manusia itu begitu munafik dan tidak akan tulus menerimamu atau memperlakukanmu apa adanya sebagaimana mana dirimu ditakdirkan kaya atau miskin akan diperlakukan berbeda oleh namanya manusia itu kepada dirimu.
Membumilah saat tak dikenal, dan terbanglah saat dikenal. Persepsi orang akan menentukan cara mereka memperlakukanmu. Ingatlah, tidak semua orang memiliki ketulusan untuk menerimamu apa adanya. Dalam hidup ini, sejatinya setiap orang menginginkan kemenangan. Manusia pada dasarnya lebih memilih untuk menghabisi lawannya dari pada dirinya yang dihabisi. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari kelemahan diri sendiri. Mereka justru membungkus kelemahan tersebut sebagai kekuatan demi menegakkan keadilan semu, tanpa sadar bahwa mereka sebenarnya lemah dan bodoh.
Jangan kamu tunjukan apapun yang kamu miliki, karena itu akan membuat orang lain mengnginkanmu untuk jatuh, karena sefat alami manusia itu adalah sifat iri dengki yang dimana kehancuran atau nasip burukmu adalah kebahagiaan buat mereka
Sebagian Paragraf telah disembunyikan!